Dikutip dari : Kenduri Cinta
Oleh : Emha Ainun Nadjib
Sunyi itu penting, jeda itu penting. Kalau
kita terlalu banyak bicara, diam itu penting. Kalau kita terlalu banyak
makan, puasa itu penting. Untuk Kenduri Cinta yang selalu bersifat
intelektual selama dua belas tahun terakhir, shalawatan sangat penting supaya ada jeda sunyi di antara intelektualitas itu.
“Saya sedang merasakan betapa kata tidak bisa menyelamatkan kita, maka
kita harus belajar tanpa kata dalam memproses sesuatu. Indonesia yang
tingkat komplikasinya sudah begini luar biasa, salah satu cara untuk
mengatasinya adalah dengan menyadari kesunyian dalam diri kita.”
Di stasiun-stasiun televisi, atas dasar pertimbangan kapitalisme,
durasi jeda di antara kalimat-kalimat adzan itu dikurangi. Padahal sunyi
itu penting, seperti sakit dan derita yang kita perlukan untuk dapat
tumbuh. Maka anak laki-laki disunat pada umur menjelang baligh. Di
samping untuk manfaat kesehatan, sunat juga berguna supaya mereka
merasakan sakit yang serius sehingga darinya muncul sangat banyak
hikmah, ilmu, dan kesadaran. Sama halnya dengan sakit yang dirasakan ibu
ketika melahirkan; dengan rasa sakit itu dia memiliki
pertimbangan-pertimbangan ibu dalam jiwanya.
“Kalau Anda
mengalami kesulitan dan penderitaan, tolong ambil konsep bahwa semua itu
penting untuk Anda. Anda membutuhkannya untuk tumbuh. Kalau tidak, Anda
gagal sebagai manusia.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar