Senin, 10 Februari 2014

Kadang Diam Itu Diperlukan

Dikutip dari : Kenduri Cinta
Oleh : Emha Ainun Nadjib

 

Sunyi itu penting, jeda itu penting. Kalau kita terlalu banyak bicara, diam itu penting. Kalau kita terlalu banyak makan, puasa itu penting. Untuk Kenduri Cinta yang selalu bersifat intelektual selama dua belas tahun terakhir, shalawatan sangat penting supaya ada jeda sunyi di antara intelektualitas itu.

“Saya sedang merasakan betapa kata tidak bisa menyelamatkan kita, maka kita harus belajar tanpa kata dalam memproses sesuatu. Indonesia yang tingkat komplikasinya sudah begini luar biasa, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menyadari kesunyian dalam diri kita.”

Di stasiun-stasiun televisi, atas dasar pertimbangan kapitalisme, durasi jeda di antara kalimat-kalimat adzan itu dikurangi. Padahal sunyi itu penting, seperti sakit dan derita yang kita perlukan untuk dapat tumbuh. Maka anak laki-laki disunat pada umur menjelang baligh. Di samping untuk manfaat kesehatan, sunat juga berguna supaya mereka merasakan sakit yang serius sehingga darinya muncul sangat banyak hikmah, ilmu, dan kesadaran. Sama halnya dengan sakit yang dirasakan ibu ketika melahirkan; dengan rasa sakit itu dia memiliki pertimbangan-pertimbangan ibu dalam jiwanya.

“Kalau Anda mengalami kesulitan dan penderitaan, tolong ambil konsep bahwa semua itu penting untuk Anda. Anda membutuhkannya untuk tumbuh. Kalau tidak, Anda gagal sebagai manusia.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar